Laporan Manajemen

Laporan Direksi

 

Pemegang Saham dan Para Pemangku Kepentingan Lainnya yang kami hormati,

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas karuniaNya, sehingga kinerja Perseroan di tahun 2018 secara umum telah sesuai dengan harapan Pemegang Saham. Bersama ini kami laporkan hasil pelaksanaan tugas kepengurusan Perseroan yang telah dilaksanakan di tahun 2018.

 

ANALISIS KINERJA PERSEROAN

Direksi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya seluruh pegawai atas kontribusi yang telah diberikan, sehingga Perseroan mampu menghasilkan kinerja yang baik di tahun 2018. Capaian kinerja di tahun 2018 tidak terlepas dari pengaruh perekonomian dan industri serta pemilihan dan pelaksanaan kebijakan strategis yang efektif.

 

TINJAUAN PEREKONOMIAN

Meskipun perekonomian dunia berada dalam kondisi yang stagnan namun, perekonomian nasional di tahun 2018 masih bertumbuhan sebesar 5,17%, atau sedikit meningkat dibanding pertumbuhan di tahun sebelumnya yang sebesar 5,07%. Sementara itu, defisit transaksi berjalan pada triwulan IV 2018 tercatat 9,1 miliar dolar AS atau 3,57% dari PDB, sehingga secara keseluruhan defisit transaksi berjangka pada tahun 2018 masih tetap berada dalam batas yang aman sebesar 2,98% dari PDB. Nilai tukar Rupiah menguat sehingga menopang berlanjutnya stabilitas perekonomian. Rupiah pada triwulan IV 2018, secara point to point menguat sebesar 3,63% dibandingkan dengan level akhir triwulan III 2018, ditopang Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang mencatat surplus. Inflasi di tahun 2018 tercatat 3,13% (YoY), lebih rendah dari tahun 2017, sebesar 3,61%. Terkendalinya inflasi tidak terlepas dari konsistensi kebijakan moneter dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, termasuk dalam menjaga pergerakan nilai tukar sesuai fundamentalnya. Bank Indonesia dan Pemerintah senantiasa memperkuat koordinasi kebijakan, guna menjaga inflasi pada level yang rendah dan stabil.

Seiring dengan stabilnya perekonomian nasional, industri kepelabuhanan dapat melanjutkan tren yang telah berlangsung pada beberapa tahun terakhir. Kapasitas kapal petikemas juga terus meningkat, sehingga mendorong pelabuhan-pelabuhan di dunia untuk terus berinovasi agar dapat melayani kapal dengan ukuran yang semakin besar, dan juga mengadopsi sistem terminal yang lebih modern. Selain itu, jumlah koneksi pelayaran weekly loops diperkirakan akan naik dari 7 (tujuh) menjadi 12 (dua belas) di Regional Asia Timur dan Asia Tenggara pada tahun 2021. Maka dari itu, di tengah kondisi yang penuh tantangan dalam dunia kepelabuhanan, Indonesia dan Perseroan khususnya masih memiliki peluang untuk tumbuh.

 

KEBIJAKAN STRATEGIS

Berdasarkan analisis perekonomian dan industri yang telah dilakukan, Perseroan telah menetapkan kebijakan-kebijakan strategis yang diperlukan. Sebagai bagian dari Corporate Roadmap 2016-2020, dengan target menjadi Wold Class Port di tahun 2020, tahun 2018 menekankan pada strategi Establishment. Strategi Establisment dilakukan setelah pengembangan dan penguatan bisnis selesai dilaksanakan di tahun 2017 dengan strategi “Enhancement”. Fokus pada tahap establishment yaitu membuat strategi untuk mencapai peningkatan volume growth, profitability growth dan juga melakukan holding establishment guna pemantapan/ perkuatan posisi holding Perseroan yang secara tidak langsung juga menguatkan entitas-entitas anak. Pada tahap ini, Perseroan fokus pada peningkatan jumlah pangsa pasar, jumlah pelanggan, efektivitas operasi di Cabang Pelabuhan, peningkatan produktivitas, optimalisasi aset, peningkatan efisiensi operasional pelabuhan dan standarisai operasi dan infrastruktur pelabuhan.

Untuk merealisasikan hal itu, Perseroan telah melaksanakan beberapa langkah. Pertama, IPC mentransformasi pelabuhan menjadi smart port atau digital port dengan menggunakan basis IT, termasuk dalam sistem operasionalnya. Transformasi ini menjadi prioritas Perseroan seiring dengan perbaikan infrastruktur pelabuhan. Program digital port dan pemangkasan waktu tunggu bongkar muat peti kemas akan menjadi modal utama dalam mendukung program tol laut dan sekaligus menjadi langkah penting menuju World Class Port. Pada tahun 2018, Perseroan telah membuat terobosan dengan diimplementasikannya digital port pada lini darat dan laut, diantaranya yaitu implementasi autogate, Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Online, Terminal Operating System (TOS) dan Auto Tally di terminal peti kemas, penerapan Marine Operating System (MOS ), serta Vessel Management System (VMS) pada sejumlah Cabang Pelabuhan.

Kedua, E-Service. Hadirnya pelayanan berbasis elektronik seperti e-registration, e-booking, e-tracking and tracing, e-payment, e-billing, dan e-care. Pelayanan-pelayanan tersebut menjadi basis Integrated Billing System (IBS) yang akan mengintegrasikan sistem pelayanan jasa kepelabuhanan di pelabuhan yang dioperasikan oleh PT Pelabuhan Indonesia I,II,III,IV (Persero) yang sekaligus menjadi implementasi program Kementerian BUMN.

Ketiga, Peningkatan Pelayanan, salah satunya melalui upaya merealisasikan Cabang Pelabuhan Tanjung Priok sebagai Transhipment Port. IPC telah berhasil merealisasikan kerjasama dengan CMA-CGM untuk menghubungkan Indonesia dengan Amerika secara langsung, melalui pembukaan rute Jakarta – Los Angeles (direct call) dengan menggunakan kapal berukuran besar (kapasitas lebih dari 10.000 TEUs). Selain Amerika, kerjasama dengan CMACGM juga membuka rute baru SEANE yakni Jakarta-Eropa (direct call) yang sebelumnya belum pernah ada. IPC juga menambah layanan direct call ke Asia/China dengan shipping line COSCO, layanan direct call ke Asia/Vietnam dengan shipping line SM Lines, serta layanan direct call ke Korea Selatan oleh MSC. Inisiatif Direct Call tersebut juga dilakukan sebagai bagian dari dukungan IPC pada upaya Pemerintah dalam merealisasikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Direct Call telah memberikan implikasi bagi para eksportir berupa efisiensi biaya karena dapat secara langsung mengirimkan produk ke negara tujuan tanpa harus transit di pelabuhan negara lain.

Keempat, Pembangunan proyek strategis, yakni pembangunan terminal di Kalimantan Barat untuk menjadi hub port dan mendukung program tol laut yang telah dicanangkan Pemerintah, yakni Terminal Kijing. Selain Terminal Kijing, IPC juga mengupayakan proyek pembangunan Kanal Cikarang Bekasi Laut (CBL) yang merupakan upaya optimalisasi alur sungai dengan menggunakan kapal tongkang sebagai alternatif moda transportasi barang yang dapat menjadi penghubung antara pelabuhan dengan area hinterland. CBL diharapkan dapat mengurangi kongesti jalan di darat dan diharapkan berdampak pada efisiensi waktu dan biaya. Proyek strategis lainnya yaitu pembangunan Pelabuhan Sorong di Papua Barat. Pelabuhan ini diproyeksikan untuk menjadi pelabuhan hub di Indonesia Timur sehingga jalur tol laut nasional yang dicita-citakan Pemerintah dari sisi barat hingga ke timur Indonesia dapat diwujudkan. IPC berencana untuk memulai pembangunan Tahap I Pelabuhan Sorong dengan kapasitas 500.000 TEUs.

Catatan positif lainnya adalah telah direalisasikannya 8 (delapan) kerjasama Sister Port yaitu antara Pelabuhan Tanjung Priok dengan Port of Lazaro Cardenas Mexico, Port of Baku, Port of Qatar, Port of Djibouti, Port of Ningbo, Port of Shenzhen, Port of Guangzhou, dan Port of Townsville. Lingkup kerja sama dari Sister Port diantaranya adalah terkait sharing knowledge, kerja sama bisnis, internship program, benchmarking, pertukaran informasi, dan potensi kerja sama lainnya dalam rangka memperluas jaringan di sektor maritim dan logistik.

Di samping itu, penguatan entitas induk juga menjadi fokus tahun 2018. Langkah Perseroan dalam hal ini diantaranya adalah dengan standarisasi operasi dan infrastruktur pelabuhan guna mendukung integrated port network, subsidiaries expansion, implementasi Pelindo Incorporated, kerja sama dengan kawasan industri, serta pembangunan Container Terminal 2, Container Terminal 3, Produk Terminal 1 dan Produk Terminal 2 New Priok Port. IPC terus memberikan dukungan penuh untuk sektor-sektor prioritas negara, terutama untuk pengembangan infrastruktur dan investasi jangka panjang yang strategis serta program pemerintah di bidang kemaritiman.

 

PENCAPAIAN TARGET

Hasil dari implementasi kebijakan-kebijakan strategis telah memberikan dampak yang positif terhadap kinerja Perseroan. Secara umum, Perseroan telah mencapai kinerja melampaui yang ditargetkan. Berdasarkan hasil laporan keuangan IPC tahun buku 2018 (audited), Perseroan berhasil mencatatkan Laba bersih tahun 2018 sebesar Rp2,43 triliun atau 18,33% lebih tinggi dari RKAP dan 10,20% meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Demikian juga EBITDA , tahun 2018 tercapai sebesar Rp4,17 triliun, 1,40% di atas RKAP dan 3,48% lebih tinggi dari realisasi Tahun 2017. Sementara itu, Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) dapat kita pertahankan sebesar 70,00% atau 2,28% lebih baik dari target 2018. Efisiensi ini sekaligus juga menunjukkan bahwa Perseroan telah mendapatkan manfaat yang tinggi dari penerapan digitalisasi pelayanan pelabuhan karena telah terbukti mampu meningkatkan pendapatan operasional. Pada sisi aset, berdasarkan Laporan Posisi Keuangan Perusahaan per 31 Desember 2018 (audited), nilainya menunjukkan tren positif yaitu tercatat sebesar Rp51,43 triliun atau naik 8,92% dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp47,22 triliun.

Sementara pada aspek operasional, realisasi trafik arus peti kemas mencapai 7,6 juta TEUs, 7,57% lebih tinggi dari RKAP 2018 dan naik 10,33% dibandingkan 2017. Sedangkan untuk arus non peti kemas terealisasi sebesar 61,97 juta ton, 14,95% lebih rendah dari target 2018 namun mengalami kenaikan 8,55% dibandingkan tahun sebelumnya. Kunjungan kapal menunjukkan tren positif baik dari sisi unit maupun GT kapal, masing-masing tercapai 3,28% dan 11,90% di atas target yaitu sebesar 35.771 unit dan 224,3 juta GT. Apabila dibandingkan dengan tahun lalu, maka capaian tersebut mengalamai peningkatan masing-masing sebesar 3,20% dari sisi unit dan 10,95% berdasarkan satuan GT. Kenaikan juga terjadi pada arus penumpang yaitu mencapai 714,93 ribu orang atau 39,72% di atas RKAP, naik 16,69% dibandingkan jumlah tahun sebelumnya.

Implementasi digital port juga telah mendapatkan apresiasi dari pihak eksternal. Pada tahun 2018 Perseroan telah mendapatkan 10 (sepuluh) award terkait dengan digitalisasi, diantaranya yaitu; Platinum Award pada Indonesia IT Award-I-2018 (IITA -I-2018); The Best IT Data Governance, Data Security, dan Data Infrastructure pada ajang Best IT & Data Technology Governance; serta Top Digital Transformation Readiness 2018 dari TOP IT & TELCO 2018.

 

KENDALA/TANTANGAN YANG DIHADAPI SERTA STRATEGI PENYELESAIANNYA

Keberhasilan yang telah dicapai Perseroan juga tercermin dari upaya Perseroan dalam menghadapi kendala/tantangan dalam menjalankan usaha. Dalam upaya penerapan digitalisasi pelayanan pelabuhan secara menyeluruh, Perseroan menghadapi tantangan terkait dengan penyiapaan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang dibutuhkan. Berkenaan dengan hal tersebut, Perseroan telah melaksanakan strategi peningkatan kompetensi SDM diantaranya melalui penyelenggaraan pelatihan-pelatihan yang diidentifikasi berdasarkan gap analysis, termasuk di dalamnya pelatihan yang ditujukan untuk persiapan kompetensi sebelum datangnya peralatan baru. Perseroan juga melaksanakan program-program internship khususnya melalui kerja sama sister port. Di samping upaya peningkatan kompetensi hard skill, Perseroan juga senantiasa meningkatkan kesadaran para pegawai dalam menginternalisasikan nilai perusahaan yang disebut CIN TA (Customer Centric, Integrity, Nationalism, Teamwork, dan Action). Hal ini dikarenakan implementasi digital port sangat terkait dengan penerapan tata kelola yang baik.

Dengan menerapkan budaya perusahaan secara efektif maka implementasi terhadap budaya Perusahaan akan berjalan secara efektif. Customer centric, dapat diartikan bahwa bagi IPC yang merupakan perusahaan jasa customer merupakan prioritas utama dan perusahaan tidak akan berarti tanpa mereka. Integrity, tidak mungkin korporasi bisa hebat kalau tidak punya integrity. Nationalism, apa yang kita kerjakan oleh IPC ditujukan untuk kepentingan negara. Teamwork, tidak mungkin masing-masing orang bekerja sendiri, harus ada teamwork agar tujuan dapat tercapai. Action, bermakna bahwa tidak cukup hanya berbicara dalam tataran teori tetapi harus ada aksi nyata untuk menggapai tujuan.

 

ANALISIS PROSPEK USAHA PERSEROAN

Beberapa sumber memperkirakan bahwa di tahun 2019, pertumbuhan ekonomi global masih dalam kondisi stagnan di tengah laju pertumbuhan ekonomi negara maju yang melambat. Seiring dengan hal tersebut, laju pertumbuhan volume perdagangan dunia juga diperkirakan melambat, dari 5,1% di tahun 2018 menjadi 4,7% di tahun 2019. Risiko perekenomian global ke depan masih akan bersumber dari langkah kebijakan yang diambil oleh negara-negara utama dunia. Selain proteksionisme yang dapat berujung pada semakin merosotnya tingkat perdagangan internasional serta kemungkinan perang dagang Amerika Serikat – Tiongkok, pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat dari perkiraan juga dapat menciptakan sentimen negatif dan volatilitas yang tinggi di pasar keuangan.

Di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia, perekonomian nasional diprediksi akan cukup stabil dan masih memberikan peluang pertumbuhan di 2019. Sebagai salah satu komponen pertumbuhan, eskpor diperkirakan akan terpengaruh dari sentimen eksternal yaitu perkiraan pertumbuhan volume perdagangan dunia yang tetap tumbuh meskipun tidak setinggi tahun sebelumnya, sehingga menjadi tantangan dalam kinerja ekspor nasional. Pertumbuhan ekspor tahun 2019 ditargetkan sebesar 6,6%. Sedangkan pada sisi impor, adanya tren kebutuhan konsumsi dan investasi dalam negeri yang tumbuh lebih tinggi dari perkiraaan membuat proyeksi impor tumbuh sebesar 7,4%, dimana hal ini juga dapat menjadi tantangan bagi Indonesia untuk dapat menjaga keseimbangan neraca perdagangan. Kedua tren dalam aktivitas ekspor dan impor merupakan kesempatan bagi industri kepelabuhanan untuk dapat mengambil peran dalam memfasilitasi pergerakan arus barang, sekaligus menunjukkan bahwa terdapat prospek yang baik pada 2019. Terlebih lagi, dengan posisi Indonesia yang berada di Asia Tenggara yang merupakan kawasan dengan pertumbuhan peti kemas yang relatif tinggi yaitu sebesar 10% pada akhir tahun 2018.

Dalam menangkap peluang tersebut, berbagai strategi telah dipersiapkan dan mulai dilaksanakan, khususnya strategi digitalisasi pelayanan pelabuhan. Di sisi lain, Perseroan memiliki kinerja keuangan yang cukup kuat, sehingga Perseroan optimis, bahwa prospek usaha Perseoan kedepannya akan berada pada arah yang positif.

Faktor penting lainnya terkait dengan prospek usaha adalah adanya keinginan Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai negara dengan poros maritim terkemuka di dunia. IPC sebagai Perseroan yang bergerak di bidang pengelolaan pelabuhan terus melakukan upaya dengan cara ekspansi bisnis untuk mendukung realisasi target Pemerintah tersebut. IPC juga aktif mendukung program Pemerintah melalui Program Tol Laut yang bertujuan untuk memperkuat konektivitas nasional dari kawasan barat hingga timur Indonesia melalui jalur laut. IPC berinvestasi dalam pembangunan beberapa pelabuhan yang menjadi proyek strategis nasional yang diharapkan dapat memperlancar konektivitas antar pulau di Indonesia, memperkuat jaringan pelayaran, menumbuhkan perekonomian di daerah dan memangkas biaya transportasi laut.

Untuk pengembangan pelabuhan, pada tahun 2018 beberapa proyek yang akan menjadi fokus IPC adalah melanjutkan Pembangunan Terminal Petikemas Pelabuhan Tanjung Priok, pembangunan Terminal Kijing di Kalimantan Barat yang merupakan ekstensi dari Pelabuhan Pontianak, Proyek Pembangunan Inland Waterways Kanal CBL (Cikarang Bekasi Laut), dan Pembangunan Pelabuhan Sorong di Papua Barat yang diproyeksikan menjadi pelabuhan hub di Indonesia Timur.

Kami optimis dengan fondasi yang telah disiapkan pada fase establishment di tahun 2018, IPC dapat meneruskan kinerja positif IPC dan mensukseskan tahun 2019 sebagai fase sustainable superior performance sebagai landasan memasuki fase World Class Port pada tahun 2020.

 

PERKEMBANGAN PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DI 2018

Seluruh proses bisnis di Perusahaan wajib memenuhi kaidah tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Kami percaya bahwa dengan penerapan GCG maka peningkatan kinerja Perseroan secara berkelanjutan dapat terwujud.

IPC memiliki komitmen terhadap penerapan GCG di seluruh lini Perseroan, tidak hanya di Kantor Pusat dan Cabang Pelabuhan namun juga termasuk di seluruh Entitas Anak. Perseroan memiliki sebuah Roadmap Good Corporate Governance (GCG) yang telah disahkan dengan Surat Keputusan Direksi PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) No. HK.568/17/3/1/PI.II-17 tanggal 17 Maret 2017 tentang Penerapan Roadmap Good Corporate Governance (GCG) 2017-2020 PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).

Selaras dengan Rencana Strategis Perseroan, Roadmap GCG disusun untuk jangka panjang. Penyusunan Roadmap GCG IPC 2017-2020 ini dilakukan untuk menentukan arah dan capaian jangka panjang dalam aspek tata kelola yang dapat mendukung pencapaian kinerja bisnis dan menciptakan manfaat bersama dengan stakeholder (shared value). Roadmap GCG dengan seluruh kelengkapannya harus menjadi rujukan seluruh Insan IPC dalam menjalankan bisnis. Roadmap GCG juga ditujukan untuk semakin meningkatkan kesadaran kepada seluruh stakeholder, baik internal maupun eksternal tentang pentingnya Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Dengan adanya Roadmap GCG ini, stakeholder dapat memahami komitmen serta posisi IPC dalam menegakkan bisnis yang beretika.

Sejak disahkan, Roadmap GCG ini telah berjalan dengan baik. Sebagian hasil dari pelaksanaan Roadmap GCG 2017-2020 sudah dapat dirasakan sebagai sebuah capaian jangka pendek (quick win), di antaranya yaitu; telah terbentuknya struktur governance dan infrastruktur GCG (pedoman-pedoman dan Roadmap penyempurnaan GCG); meningkatnya nilai assessment GCG berdasarkan aturan Kementerian BUMN; dan diperolehnya penghargaan tingkat nasional di bidang GCG.

Di tahun 2018 yang merupakan fase kedua, implementasi GCG ditargetnya mencapai fase Trusted yaitu penerapan CGC yang unggul mendapatkan kepercayaan dari Pemangku Kepentingan sebagai dasar membangun kredibilitas dan reputasi. Fase ini diharapkan menjadi dasar dalam pencapaian fase berikutnya yaitu fase Sustainabile dan Citizenship. Pada tahun 2018, Perseroan melakukan tindak lanjut atas rekomendasi assessment GCG untuk tahun buku 2017. Selain itu, IPC juga melaksanakan kegiatan lain guna peningkatan kualitas penerapan GCG diantaranya yaitu; penandatanganan Janji Kode Etik Perusahaan dan Pakta Integritas, yang merupakan bentuk komitmen bersama atas kepatuhan kepada asas-asas GCG. Hingga akhir 2018, persentase penandatanganan pakta ini oleh karyawan IPC mencapai 100%.

Perseroan juga telah melaksanaan survei pemahaman GCG tahun 2018 kepada Insan IPC, yang meliputi Dewan Komisaris, Direksi dan pegawai organik. Hasil survei menunjukkan bahwa capaian skor pemahaman sebesar 78 (tujuh puluh delapan) dengan kategori Baik.

Kegiatan lain yang telah dilaksanakan yaitu reviu internal atas pedoman-pedoman GCG perusahaan, dengan mengacu pada kriteria dalam SK-16/S.MBU/2011. Berdasarkan hasil reviu, tersebut selanjutnya dilaksanakan pemutakhiran pedoman-pedoman yang ada.

Perkembangan tata kelola perusahaan penting lainnya di tahun 2018 adalah telah dikembangkannya digitalisasi dari sisi non-operasional sebagai upaya penerapan budaya GCG yaitu:

  1. I-Good: merupakan sebuah platform yang memiliki 6 (enam) fungsi utama, yaitu monitoring pemenuhan aspek asesmen GCG, pelaksanaan asesmen mandiri (self assessment) GCG, monitoring area of improvement asesmen GCG, pelaksanaan sosialisasi GCG dan media survei pemahaman GCG serta pelaksanaan persetujuan Pakta Integritas dan Janji Kode Etik Insan IPC. Sehingga masing-masing proses yang sebelumnya masih dilaksanakan secara manual dapat dilakukan dengan tersistem/digital.
  2. I-Move: suatu sistem yang mempermudah Insan IPC dalam mengakses beberapa fungsi administrasi dalam versi smartphone (android dan iOS).
  3. I-Save: aplikasi digital yang menghandle manajemen surat keluar, surat masuk non elektornik, manajemen pengarsipan atas seluruh dokumen perusahaan. Fungsiutama I-Save adalah integrasi dokumen manajemen, integrasi arsip manajemen, document tracing, barcoding system, ERP-Integrated, digital reporting.
  4. EPICS System (Enterpise Palanning & Controlling): sebuah sistem informasi yang dibangun untuk melakukan perencanaan hingga eksekusi strategi dalam bentuk Rencana Kerja Manajemen (RKM). Sementara Dashboard Kinerja IPC adalah aplikasi untuk mengumpulkan data kinerja secara online dan terintegrasi.

Peningkatan kualitas penerapan tata kelola yang baik salah satunya tercermin pada adanya peningkatan skor assessment GCG . Assesessment GCG tahun buku 2017 yang dilaksanakan di tahun 2018 menunjukkan skor 96,36, atau mengalami kenaikan skor sebesar 3,05 poin dari pencapaian di tahun buku sebelumnya sebesar 93,31. Sementara kami sampaikan pula, pencapaian skor GCG tahun buku 2018 yang dilaksanakan pada tahun 2019 sebesar 98,30. Kenaikan ini secara umum dikarenakan adanya peningkatan wujud komitmen Perseroan dalam penerapan GCG.

 

PENILAIAN KINERJA KOMITE DI BAWAH DIREKSI DAN DASAR PENILAIANNYA

Dalam melaksanakan tugas kepengurusannya, Direksi dibantu oleh komite-komite di bawah Direksi yang terdiri atas 2 (dua) Komite. Komite-komite tersebut antara lain: 

  1. Komite Investasi dan Manajemen Risiko
  2. Komite IPC Bersih

Selama tahun 2018, Direksi menilai bahwa komitekomite di bawah Direksi telah menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik.

Komite Investasi dan Manajemen Risiko merupakan komite yang dibentuk untuk membantu Direksi dalam pengelolaan investasi dan risiko Perseroan. Selama tahun 2018, Komite Investasi dan Manajemen Risiko telah melaksanakan rapat sebanyak 5 (lima) kali dan telah melaksanakan tugasnya dengan baik.

Komite IPC Bersih merupakan komite yang dibentuk untuk membantu Direksi dalam memastikan efektivitas penerapan whistleblowing sytem di IPC. Selama tahun 2018, Komite IPC Bersih telah melaksanakan rapat sebanyak 6 (enam) kali dan telah melaksanakan tugasnya dengan baik.

 

PERUBAHAN KOMPOSISI DIREKSI

Sepanjang tahun 2018 terdapat beberapa kali perubahan komposisi Direksi. Perubahan dimaksudkan dalam rangka pemenuhan kebutuhan Perseroan. Perubahan komposisi dan dasar pengangkatan Direksi selama periode tahun 2018 adalah sebagai berikut:

 

PERIODE 1 JANUARI 2018 – 18 SEPTEMBER 2018

Jumlah dan Komposisi anggota Direksi IPC periode 1 Januari – 18 September 2018 berjumlah 7 (tujuh) orang terdiri dari 1 (satu) orang Direktur Utama dan 6 (enam) orang Direktur.

 

PERIODE 19 SEPTEMBER 2018 – 25 NOVEMBER 2018

Jumlah dan Komposisi anggota Direksi IPC periode 19 September – 25 November 2018 berjumlah 6 (enam) orang terdiri dari 1 (satu) orang Direktur Utama dan 5 (lima) orang Direktur. 

 

PERIODE 26 NOVEMBER 2018 – 31 DESEMBER 2018

Jumlah dan Komposisi anggota Direksi IPC periode 26 November – 31 Desember 2018 berjumlah 7 (tujuh) orang terdiri dari 1 (satu) orang Direktur Utama dan 6 (enam) orang Direktur. Pada Saat ini juga terdapat perubahan nomenklatur Direksi, sesuai dengan Salinan Keputusan Menteri BUMN Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Nomor SK-295/ MBU/11/2018 tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), yang akan berlaku efektif tanggal 07 Januari 2019.

 

PENUTUP

Atas dukungan berbagai pihak, khususnya kepada seluruh pegawai, kami segenap jajaran Direksi mengucapkan terima kasih. Berkat dukungan yang diberikan, Perseroan telah mencatatkan kinerja yan baik di 2018. Terima kasih juga kami ucapkan kepada Pemegang Saham atas kepercayaan yang diberikan dan kepada Dewan Komisaris atas pengawasan dan arahannya dalam menjalankan kepengurusan Perseroan. Kedepannya, Perseroan akan terus memantapkan komitmennya untuk meraih standar World Class dalam memberikan pelayanan jasa kepelabuhanan.

 

 

SURAT PERNYATAAN ANGGOTA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN TAHUNAN 2018 PT PELABUHAN INDONESIA II (PERSERO)

Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Tahunan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Tahun 2018 telah di muat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Perusahaan.

 

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

 

 

60
IPC Annual Report 2018